BAGAIMANA CARA MEMILIH JENIS PRODUK UNTUK DIJUAL ONLINE?


BERIKUT INI CARA MEMILIH JENIS PRODUK UNTUK DIJUAL ONLINE

 

 

  • Mulai dari Apa yang Sudah Anda Tahu

Luangkan waktu untuk memikirkan hal yang Anda sukai, ketahui dan kenali dengan baik. Misalnya Anda menggunakan hijab dan sudah sering membeli berbagai macam hijab, Anda jadi bisa mengetahui bahan hijab ternyaman. Contoh lain, misalkan dari pengalaman Anda bekerja di sebuah bengkel, Anda jadi lebih tahu tentang tipe-tipe suku cadang. Lebih baik lagi jika Anda kenal baik dengan pihak produsen. Pengetahuan dan pengalaman Anda adalah poin tambahan yang dapat Anda manfaatkan untuk mendalami kategori suatu produk. Anda juga bisa menemukan banyak inspirasi dari hashtag media sosial, seperti Instagram atau Pinterest.

 

  • Double Check Regulasi Produk

Setelah menentukan produk untuk dijual, double check regulasi dan larangan yang berlaku terkait produk tersebut. Ini sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan. Cek legitimasi dan persyaratannya baik untuk produk impor, produksi lokal, ataupun produk buatan sendiri. Cari tahu apakah produk tersebut mengandung bahan yang dilarang oleh negara atau tidak, terutama untuk produk kosmetik dan makanan. Hal ini untuk menghindari Anda menghabiskan banyak biaya serta waktu jika ternyata produk dan bisnis Anda ilegal.

 

  • Evaluasi Kelayakan Pasar

Jika Anda sudah memutuskan apa yang akan Anda jual dan produk tersebut tidak melanggar peraturan apapun, ini saatnya Anda mengevaluasi potensi serta ketertarikan pasar. Cara mudahnya adalah dengan menelaah dari media sosial seperti Twitter, atau melihat ulasan-ulasan produk dari berbagai blog ataupun forum. Ketik kata kunci produk Anda dan temukan banyak informasi mendalam di diskusi seputar produk tersebut. Dari situ Anda bisa melihat potensi produk tersebut dari banyaknya jumlah diskusi. Anda juga dapat menemukan banyak pendapat mengenai produk tersebut serta kata kunci yang digunakan. Ini berguna untuk menciptakan deskripsi produk yang relevan serta promosi yang jitu.
 

Memilih jenis produk yang dijual

Langkah kedua setelah kamu menentukan posisi sebagai penjual adalah memilih jenis produk yang akan kamu jual. Kamu bisa melihat macam-macamnya seperti yang terpapar dalam ulasan berikut ini.

 

Berdasarkan jenisnya

Setelah memilih untuk menjual produk sendiri maupun produk orang, langkah yang kamu tentukan selanjutnya adalah menentukan jenis produk apa yang kamu jual. Jenis produk yang kamu pilih sangat signifikan dalam menentukan langkah selanjutnya yang perlu kamu ambil, seperti media jualan dan strategi pemasaran.

 

  • Tren

Konsumen Indonesia termasuk konsumen yang sangat gemar mencoba hal-hal baru. Karenanya jika ada satu produk yang sedang menjadi tren, maka yang lain juga akan berbondong-bondong mengikutinya.

Kamu bisa memilih produk yang sedang ngetren sebagai pilihan jualanmu. Karena naik turunnya tren yang tidak bisa ditentukan kapan awal dan akhirnya, maka kamu pun harus beradaptasi dengan cepat untuk memanfaatkan kesempatan yang sedang panas-panasnya.

Contoh produk yang sedang ngetren adalah waist bag. Dulunya, waist bag lebih dikenal dengan sebutan tas pinggang yang pemakaiannya lebih identik dengan abang tukang sayur. Namun, tren fashion merubah hal tersebut. Kini tas pinggang menjadi salah satu pendukung gaya berpakaian untuk anak muda.

Saat awal-awal trennya dulu, model waist bag yang beredar sangat terbatas. Banyak yang melihat tersebut sebagai peluang, sehingga membuat waist bag dengan berbagai model untuk sasaran target konsumen masing-masing.

Bisa dilihat bahwa waist bag adalah produk yang sedang tren. Sedangkan kurangnya model yang tersedia adalah kesempatan yang ada bagi mereka untuk beradaptasi dengan cepat.

 

  • Kebutuhan umum

Sandang, pangan, papan, kebutuhan primer manusia. Jika dijabarkan lebih panjang lagi, jualan produk berdasarkan 3 kebutuhan tersebut memiliki daftar yang tidak terhingga.

Memilih jualan produk yang terus menerus dibutuhkan bisa menjadi bisnis yang menjanjikan, karena pasar yang selalu ramai. Sayangnya hal tersebut juga berarti persaingan yang ketat. Kamu pun harus pintar-pintar memposisikan jualanmu.

Mengambil contoh sandang sebagai kebutuhan primer, kini pakaian dengan model tren yang bisa berganti dalam waktu sangat singkat menjadi pilihan kegemaran bagi mereka yang ingin memulai bisnis online. Apalagi jika jualan produk yang dipilih ditargetkan ke anak muda perempuan, yang memang rentan membeli banyak pakaian untuk mengikuti tren.

Kamu bisa melihat di media sosial maupun marketplace bahwa yang jualan produk pakaian wanita sangatlah banyak. Namun jika kamu dengan teliti memperhatikan, mereka punya branding berbeda, sehingga meskipun sama-sama menargetkan anak muda perempuan, target konsumen mereka bukanlah kelompok yang sama.

 

  • Hobi

Berkebalikan dengan jualan produk berdasarkan kebutuhan umum, jualan produk berdasarkan hobi memiliki pasar persaingan yang tidak begitu ketat.

Selain itu, jika hobi yang kamu geluti sebagai bisnis kebetulan sama dengan hobimu, maka kamu punya satu keuntungan lain, yakni menguasai barang dagangan dengan mudah. Pasar hobbyist juga tergolong loyal, karena ketertarikan orang terhadap hobi tertentu tidak berubah-ubah seperti tren.

Contoh jualan produk berdasarkan hobi adalah menjual action figure. Kamu tergolong sebagai reseller karena menjual produk orang lain.

Jualan action figure dalam pasarnya bisa kamu dapuk menjadi perantara atau proxy, yang bertugas untuk membeli action figure dari luar dan mengurusi segala proses bea cukainya kemudian diteruskan kepada pembeli saat telah masuk ke Indonesia. Sehingga kamu pun tidak perlu menimbun stok sehingga perputaran uang bisa lebih cepat.

 

  • Mengetahui kompetisi

Setelah Anda menemukan jenis produk yang dipilih,  selanjutnya coba ukur tingkat kompetisi yang ada.

Mengukur tingkat kompetisi penting dilakukan agar Anda dapat menentukan apakah produk layak dijual atau tidak. Banyak sekali pemula yang memilih produk yang tepat namun tidak mengetahui cara berbisnis yang tepat.

Hal ini terjadi karena pemula tidak mengukur tingkat kompetisi, memperhatikan tawaran kompetisi, strategi kompetitor dan bagaimana memberikan nilai tambah bagi produk Anda.

 

  • Baca review konsumen pada produk yang Anda pilih

Tujuan dari poin ini adalah Anda menemukan apa yang menjadi kendala bagi konsumen pada produk tersebut. Nah jika ada, Anda bisa memberikan nilai tambah bagi konsumen pada produk tersebut. Cara ini cukup banyak contohnya dan bisa dikatakan cukup efektif.

Jika Anda belum punya toko, Anda bisa melihat review produk yang laris pada toko besar lainnya. Coba temukan apa yang mereka butuhkan pada produk tersebut, bisa kah Anda memenuhi kebutuhan mereka.

 

  • Memperhatikan hot selling

Pada toko online besar biasanya menyediakan informasi produk yang sedang laris manis. Dari informasi ini sebenarnya Anda sudah bisa mendapatkan gambaran secara jelas tentang apa yang memang dicari oleh konsumen.

Di Indonesia terdapat beberapa toko online besar seperti Tokopedia, Lazada dan Bukalapak. Biasanya terdapat menu yang menyediakan informasi tersebut.

Dari informasi yang diberikan, Anda pasti sudah tahu apa yang sedang hot dibeli oleh konsumen. Nah selanjutnya ukur tingkat kompetisi yang ada dan apa saja strategi yang harus Anda terapkan.

Selain itu Anda bisa memperhatikan hot list dari toko online luar negeri. Misalkan toko online Amazon, Alibaba dan sebagainya.

Caranya juga sama yaitu cobalah perhatikan pada bagian hot sell di list mereka. Melihat trend pada kancah dunia memang baik, apalagi bisnis Anda menargetkan pasar dari luar negeri.

 

  • Cari produk yang memberikan selisih keuntungan besar

Menjual produk yang memiliki modal kecil namun memberikan untung tinggi juga bisa Anda perhatikan. Karena seperti kita ketahui ada beberapa produk yang memang memiliki biaya produksi rendah namun memiliki permintaan yang tinggi.

Sebagai seorang pebisnis, tentu sudah sangat wajar mencari nilai jual dan beli dari suatu produk. Dari informasi ini, kita bisa mendapatkan keuntungan yang sesuai.

Anda harus menghitung secara rinci biaya produksi, biaya promosi bahkan biaya pengiriman untuk dijual secara online.

Sebagai contoh, produk yang memiliki berat ringan akan sangat murah ketika dikirim melalui kurir. Sebab bisnis online biasanya sangat identik dengan biaya kurir.

 

  • Menciptakan Solusi Bagi Konsumen

Seperti pada poin sebelumnya, membaca review konsumen. Sebenarnya bisnis jualan atau jasa terbentuk karena adanya solusi bagi konsumen. Misalkan solusi mengirim barang dari toko online, maka muncul berbagai jasa kurir pengiriman.

Anda dapat menciptakan atau menjual suatu produk secara online berdasarkan solusi bagi konsumen. Bisa jadi dari produk yang sedang laris, ada beberapa kekurangan dari segi tertentu, nah Anda bisa mengambil kesempatan tersebut untuk dijadikan produk bisnis.

19-01-2021
  • {{'COMPLAINT_CREATE'|translate}}